الحمد لله مجدّد الأعوام عاما بعد عام، الذى افتح بأفضل الأشهر شهر المحرّم هذا العام، وأجزل فيه الفضل و العطاء والأنعام، وفضله بالعشر المعظّم فى الجاهليّة والإسلام، أنجى الله فيه موسى الكليم، وأغرق فرعون اللئيم .أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ فِي أُلُوْهِيَّتِهِ وَرُبُوْبِيَّتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ إِلَى جَمِيْعِ بَرِيَّتِهِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ فِيْ سُنَتِهِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رحمكم الله ، أوصيكم وإياي نفسى بتقوى الله فقد فاز من اتقى واتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ.
Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah
Tiga hari yang lalu kita memasuki awal bulan Muharram 1432, tahun baru bagi seluruh umat muslimin di dunia, kita harus bersyukur kepada Allah karena ternyata kita masih diberi umur yang panjang, sehingga dapat memasuki Tahun baru Hijriah ini dengan selamat, sehat dan sejahtera, semoga dengan keadaan yang baik itu sebagai modal dan bekal dalam memperingati Tahun Baru Hijriah guna membangkitkan semangat memperjuangkan Agama Islam sesuai dengan semangat Rasulullah, SAW. Dan sahabat-sahabat beliau sewaktu melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah di dalam usaha menegakkan agama Islam. Serta menjadikan bahan Introspeksi berkaca melihat apa yang sudah kita lakukan setahun yang lalu dan merencanakan apa yang harus kita kerjakan dan perbaiki di satu tahun yang akan datang, tak salah apabila dengan Tahun Baru tersebut menggugah kita untuk mengingat kembali pekerjaan apa yang telah kita perbuat di masa silam. Kita harus belajar agar pandai mengingat kesalahan-kesalahan dahulu dan pintar merubahnya menjadi kebaikan-kebaikan yang akan kita lakukan kemudian, karena yang demikian dapat mengubah pola pikir kita, perbuatan kita kearah yang lebih maju dan religius.
Hadirin sidang Jum'at rahimakumullah
Hijrah dalam konteks dahulu artinya pindah, dimana pada waktu itu Rasulullah melakukan perjalanan pindah dari Mekah ke Madinah, akan tetapi dalam konteks kekinian makna hijrah lebih kepada perubahan perilaku, dari keburukan ke arah kebaikan. Katakanlah kita sudah mengadakan reformasi, tapi sayangnya reformasi seolah hanya berhenti di situ saja, mengapa? Karena reformasi yang kita usung tidak disertai semangat hijrah secara batiniah yakni semangat untuk menanggalkan hal-hal buruk kearah yang lebih baik.
Seperti semangat untuk tidak mementingkan diri sendiri, tidak mementingkan keluarga/kelompok, tapi lebih mementingkan kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat untuk tidak berkorupsi, tapi semangat untuk terus ikhlas mengabdi, semangat untuk tidak mendengki tapi semangat untuk lebih bertoleransi, semangat untuk tidak malas, tapi harus bekerja keras.
Firman Allah dalam Surat Al-Muddatsir 74 : 5, وَالرُّجْزَفَاهْجُرْ , artinya : “Dan dari apa-apa yang dosa, kotor, maksiat dan segala yang jelek hendaklah kamu berhijrah”. yaitu hijrah secara non fisik dengan nurani yang paling dalam.
Dalam memperingati 1 Muharram tahun baru Islam, ada dua hal yang tidak bisa ditinggalkan untuk dikaji, yaitu kondisi ummat Islam dan sejarah hijrah. Pada saat dilaksanakan hijrah keadaan ummat Islam sangat tertekan dan lemah, dari segi keamanan mereka terancam, dari segi ekonomi mereka diboikot, dari segi budaya mereka berlawanan dengan yang ada, dari segi sosial mereka dikucilkan. Namun dari segi keimanan mereka kuat karena ada motor dan andalannya yaitu Muhammad Rasulullah saw.
Kalau dilihat keadaan ummat Islam di dunia saat ini akan didapat hal-hal yang serupa, hanya kekurangannya adalah pemimpin yang mampu berperan sebagai motor penggerak ummat. Multi dimensi kebobrokan dan kerapuhan dapat disaksikan di berbagai segi kehidupan. Persatuan ummat Islam tercabik-cabik dimana-mana, mereka mempunyai negara tetapi tidak berdaulat, mereka dijajah dan diperbudak ummat dan negara lain. Ekonomi ummat Islam secara menyeluruh dikuasai oleh orang-orang non-muslim, teknologi dan ilmu pengetahuan tidak berada di tangan ummat Islam. Teknologi informasi dikuasai oleh non Muslim sehingga terjadi distorsi informasi. Moral dan budaya dijajah oleh Barat dan asing melewati berbagai media. Aqidah kaum muslimin digoyang oleh ajaran materialis dan sekuler. Namun yang paling menyedihkan ummat Islam tidak dapat berbuat banyak karena kelemahan yang meliputi mereka.
Dalam keadaan yang demikian ini nampaknya ajaran hijrah dapat diambil pelajaran sehingga kejayaan Islam sebagaimana yang terjadi di Madinah akan dapat diraih. Ada beberapa hal yang patut dicatat dari peristiwa Hijrah ini:
1. Hijrah merupakan jihad usaha keras mengorbankan segala sesuatu untuk kepentingan agama.
2. Akidah sebagai dasar kehidupan, dengan akidah kuat dan benar itulah akan menciptakan orang yang mukhlis, mujahid dan mujtahid.
3. Makna hijrah bukan saja hijrah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tetapi hijrah memiliki arti yang sangat luas; hijrah dari kemiskinan, hijrah dari kebodohan, hijrah dari perpecahan, hijrah dari kemalasan, hijrah dari kemungkaran dan lain sebagainya.
4. Ketika Rasulullah telah menetap di Madinah maka Allah memerintahkan agar sesama ummat Islam saling memaafkan dan saling bersaudara sehingga jaringan ukhuwah Islam menjadi kuat, dan
5. Piagam Madinah sebagai landasan pembentukan negara yang bersifat universal.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.
Peristiwa Hijrah merupakan awal kebangkitan dan pengakuan atas keberadaan umat Islam, oleh karena itu Tahun Baru ini juga harus menjadi awal kebangkitan umat Islam di segala aspek kehidupan. Kondisi umat yang kini terpuruk diakibatkan jauhnya dari ajaran Islam, "kita tidak boleh berfikir bahwa Islam adalah agama akhirat semata tetapi Islam juga mengatur sendi kehidupan sehari-hari". Kalau umat Islam menginginkan sebuah kemajuan maka salah satu yang harus segera dirubah adalah gaya hidup, pola pikir dan mengaplikasikan nilai-nilai keIslaman dalam berperilaku. Selama ini gaya hidup kita sangat sekuler dan jauh dari ajaran Islam, kita Sholat layaknya orang Islam namun perilaku kita kebarat-baratan tanpa arah dan tujuan, kita belum mengamalkan konsep Iman, Ilmu dan Amal, tetapi itu tidaklah cukup harus diimbangi dengan pondasi tauhid yang kokoh.
Betapa pentingnya peristiwa ini, hingga diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Anfaal ayat 74:
وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ وَالَّذِينَ ءَاوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Artinya : “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni`mat) yang mulia”.
Marilah dengan semangat hijrah ini benar-benar menjadi bahan renungan ,menengok kembali, tahun kebangkitan dalam segala hal, sehingga kita akan selalu intropeksi diri, memperbaharui niat dalam beribadah dan bermu’amalah, sebagaimana pelajaran yang dapat kita petik dari sababul-wurudnya haditsإنما الأعمال بالنيات yaitu: ketika ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).
- Yang dimaksud perbuatan disini adalah amal ibadah yang membutuhkan niat. Adapun perbuatan buruk niat baiknya tidak akan merubah buruknya menjadi baik
- Niat merupakan syarat diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
- Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat
- Hadits diatas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.
Semoga kita mampu mengambil spirit hijrah dan menerapkannya dalam keimanan dan kelakuan kita, amien ya Rabbal’alamin
بارك الله لي ولكم في القران العظيم, ونفعني وإياكم بمافيه من الأيات الذكر الحكيم. وتقبل مني ومنكم تلا وته إنه هوالسميع العليم. أقول قول هذا وأستغفرالله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين المسلمات والمؤمنين والمؤ منات فاستغفروه إنه هوالغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ عدد خلقه ورضاء نفسه وزينة عرشه ومداد كلماته. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}. ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ
بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

0 komentar:
Posting Komentar